Social Icons

Kamis, 28 Februari 2013

Cara Install Extension Bootstrap dii YII

Biar tampilan Yii makin kece salah satu nya adalah menggunakan extension Bootstrap..
Apa itu Bootstrap ?? menurut ane sih ya semacam css framework , klo di php ada CI,Yii,symfony nah klo di di css ada bootstrap,blueprint dll.

langsung aja ya .

sedot extension bootstrap disni

ekstrak filenya . jd kan seperti ini



buka protected/config/main.php


<?php

// uncomment the following to define a path alias
// Yii::setPathOfAlias('local','path/to/local-folder');

// This is the main Web application configuration. Any writable
// CWebApplication properties can be configured here.

Yii::setPathOfAlias('bootstrap', dirname(__FILE__).'/../extensions/bootstrap');
return array(

'basePath'=>dirname(__FILE__).DIRECTORY_SEPARATOR.'..',
'name'=>'My Web Application',

// preloading 'log' component
'preload'=>array('log'),

// autoloading model and component classes
'import'=>array(
'application.models.*',
'application.components.*',
),
'theme'=>'bootstrap',

'modules'=>array(
// uncomment the following to enable the Gii tool
'generatorPaths'=>array(
                'bootstrap.gii',
            ),
'gii'=>array(
'class'=>'system.gii.GiiModule',
'password'=>'root',
// If removed, Gii defaults to localhost only. Edit carefully to taste.
'ipFilters'=>array('127.0.0.1','::1'),
),

),

// application components
'components'=>array(
'user'=>array(
// enable cookie-based authentication
'allowAutoLogin'=>true,
),
'bootstrap'=>array(
            'class'=>'bootstrap.components.Bootstrap',
        ),
// uncomment the following to enable URLs in path-format
/*
'urlManager'=>array(
'urlFormat'=>'path',
'rules'=>array(
'<controller:\w+>/<id:\d+>'=>'<controller>/view',
'<controller:\w+>/<action:\w+>/<id:\d+>'=>'<controller>/<action>',
'<controller:\w+>/<action:\w+>'=>'<controller>/<action>',
),
),
*/
'db'=>array(
'connectionString' => 'sqlite:'.dirname(__FILE__).'/../data/testdrive.db',
),
// uncomment the following to use a MySQL database
/*
'db'=>array(
'connectionString' => 'mysql:host=localhost;dbname=testdrive',
'emulatePrepare' => true,
'username' => 'root',
'password' => '',
'charset' => 'utf8',
),
*/
'errorHandler'=>array(
// use 'site/error' action to display errors
            'errorAction'=>'site/error',
        ),
'log'=>array(
'class'=>'CLogRouter',
'routes'=>array(
array(
'class'=>'CFileLogRoute',
'levels'=>'error, warning',
),
// uncomment the following to show log messages on web pages
/*
array(
'class'=>'CWebLogRoute',
),
*/
),
),
),

// application-level parameters that can be accessed
// using Yii::app()->params['paramName']
'params'=>array(
// this is used in contact page
'adminEmail'=>'webmaster@example.com',
),
);
dan terakhir buka view/layouts/main.php


<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" xml:lang="en" lang="en">
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" />
<meta name="language" content="en" />

<?php Yii::app()->bootstrap->registerAllCss(); ?> <!-- cm nambah baris ini aja -->

<!-- blueprint CSS framework -->
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="<?php echo Yii::app()->request->baseUrl; ?>/css/screen.css" media="screen, projection" />
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="<?php echo Yii::app()->request->baseUrl; ?>/css/print.css" media="print" />
<!--[if lt IE 8]>
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="<?php echo Yii::app()->request->baseUrl; ?>/css/ie.css" media="screen, projection" />
<![endif]-->

<link rel="stylesheet" type="text/css" href="<?php echo Yii::app()->request->baseUrl; ?>/css/main.css" />
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="<?php echo Yii::app()->request->baseUrl; ?>/css/form.css" />



<title><?php echo CHtml::encode($this->pageTitle); ?></title>
</head>
readmore...

Selasa, 22 Januari 2013

Setting Jam Dual Boot Win dan Mac oSx

Langsung aja ane mw share cara mencocokan Jam di Laptop atw PC yg menggunakan Dual OS 

bisa windows dengan Mac osx atw,Windows dengan Linux,, Cara nya sangat mudah sekali kita cukup bermain-main di registry di windows.. biar jelas langsung liat aja ya :D.


msuk ke regedit -> Hkey_local_machine\system\currentcontrolset\control\TimeZoneInformation

klik kanan,Pilih Dword Isiikan "RealTimeIsUniversal" isi dengan nilai 1 trus reboot deh .

"Windows menyamakan jamnya dengan Mac OSx"


Hackcintosh

readmore...

Tutorial Memasang Template Yii Framework


Desain merupakan bagian tidak terpisahakn dalam mengembangkan Web. Tidak peduli apakah aplikasi yang ingin kita buat adalah sistem, aplikasi ataupun Web company profile, sudah pasti harus menyediakan sebuah tampilan untuk Web.
Yii sendiri secara default sudah menyediakan sebuah template, yang menurut penulis, sudah bagus. Tetapi tentu saja pada kebanyakan kasus pada umumnya, kita tidak boleh hanya menggunakantemplate default. Oleh karena itu dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana caranya memasang sebuah template (sebagian besar orang lain menyebutnya theme) pada Yii Framework.

Langkah Pertama


Sebelum memulai ada baiknya kita mencari sebuah template untuk Web. Untuk tutorial kali ini, penulis akan menggunakan tema “Nightclub” sebagai Web. Silahkan download di sini. Apabila Anda ingin mencari template lain silahkan download template di situs Yii Themes.

Langkah Kedua

Silahkan ekstrak file yang sudah di-download ke dalam folder webroot/themes. Pastikan semua filetemplate terkumpul dalam satu folder di dalam folder webroot/themes/nightclub.

Langkah Ketiga



Buka file webroot/protected/config/main.php. Masukkan koding berikut ini:

1<?php
2return array(
3...
4'theme'=>'nightclub',
5...



Koding di atas maksudnya meminta Yii supaya ketika me-render tampilan, tempat pertama yang dicari adalah webroot/themes/nightclub. Apabila ternyata file tersebut tidak ada di dalam folder “nightclub” baru dicari di webroot/protected/views. Karena itulah pengetikan nama di bagian configdan nama folder jangan sampai salah.
Setelah itu tinggal dicoba Web-nya. Web Anda sudah memiliki tampilan baru!



sumber

readmore...

SQL inner Join

Belajar SQL - SQL inner join adalah salah satu syntaks SQL yang berfungsi untuk menghubungkan dua tabel / merelasikan beberapa tabel yang berbeda untuk mengambil beberapa fields yang dibutuhkan. Rumus SQL inner join adalah :
Select field1.tabel1, field2.tabel1, field1.tabel2 from tabel1 inner jointabel2 on field1.tabel1 = field1.tabel2



Untuk lebih jelasnya, anggap saja kita mempunyai 3 tabel sederhana seperti berikut :


t_siswa
nim
nama
201
Annisa Nurdilla
202
Delvi Arsalwa

t_pelajaran
kode_pelajaran
mata_pelajaran
kkm
mtk
Matematika
70
bid
Bahasa Indonesia
75

t_nilai
nim
kode_pelajaran
nilai
201
mtk
80
202
mtk
75

Dari 3 buah tabel diatas, misalkan kita ingin menampilkan laporan nilai siswa, kita dapat mengambil beberapa field dari tabel t_siswa dan t_pelajaran. Tujuannya supaya laporan nilai siswa dapat ditampilkan lebih detail dan mudah dipahami. Maka syntaks nya adalah :
select t_nilai.nim, t_siswa.nama, t_pelajaran.mata_pelajaran, t_pelajaran.kkm, t_nilai.nilai from t_nilai inner join t_siswa on t_nilai.nim = t_siswa.nim inner join t_pelajaran on t_nilai.kode_pelajaran = t_pelajaran.kode_pelajaran
Hasilnya :

nim
nama
mata_pelajarankkmnilai
201Annisa NurdillaMatematika7080
202Anggie Sukma DewiMatematika7075

Selamat Mencoba dan berkreasi serta kembangkan logika Anda sendiri
readmore...

Kamis, 17 Januari 2013

Cara Instal YII Framwork DI Mac OSx



Kali ini Ane mw share tutorial cara instalasi yii framwork di Mac Osx

Apa itu Framework PHP

Dalam bahasa Inggris, framework berati kerangka kerja .
Sementara secara harfiah, framework dapat diartikan sebagai sebuah tools atau alat yang berfungsi untuk membantu sebuah pekerjaan. Karena PHP adalah script untuk membuat website, maka framework PHP dalam kasus ini bisa diartikan sebagai alat yang berfungsi untuk mempermudah proses pembuatan sebuah website.  Lalu apa bedanya dengan Content Management System (CMS), seperti WordPress, Joomla!, dan sejenisnya.

Perbedaan Framework dan CMS


Lain soal saat kita memakai framework PHP. Saat kita memutuskan menggunakan framework sebagai pondasi proses pembuatan website, kita masih harus menulis kode, menyusun logika program. Bedanya, kode-kode yang kita tulis harus menyesuaikan dengan lingkungan framework yang kita gunakan. Kita harus menyesuaikan pattern-pattern (pola) yang sudah menjadi acuan dalam suatu framework. Ya, konsekuensi dari menggunakan framework adalah kita harus mempelajari lagi lingkungan pengembangan, aturan-aturan, dan pola pengkodean berdasarkan framework yang kita gunakan. Akan tetapi, hal tersebut dirasa wajar dan akan terbayar lunas setelah kita benar-benar menguasai dan bisa menggunakan framework tersebut.

Disamping menyediakan lingkungan pengembangan sendiri-sendiri, sebuah framework PHP juga menyediakan library fungsi yang disiapkan khusus, yang bisa pengembang gunakan untuk lebih memudahkan dalam pembuatan website dan aplikasi berbasis web. Jadi sat kita menggunakan framework, kita akan menemukan banyak kode dan fungsi-fungsi yang tidak biasa kita lihat pada saat kita membuat program sendiri. Fungsi-fungsi tersebut bukanlah fungsi-fungsi bawaan dari PHP, melainkan fungsi-fungsi yang khusus dibuat oleh pengembang framework masing-masing. Jumlahnya mungkin berbeda, dan gaya programingnya mungkin berbeda, tetapi kegunaannya hampir sama, yaitu mempermudah pengembang yang menggunakan framework tersebut.


Apa Itu Yii Framework

Menurut beberapa sumber, Yes it is! Framework merupakan framework paling banyak dipakai saat ini. Dan juga katanya ini adalah framework paling powerful. jujur, sebagai programer newbie, saya belum bisa memberi pendapat, hehe :malu dan Ini Video Tutorial Cara Instalasi Yii di Mac Osx






readmore...

Rabu, 16 Januari 2013

Cara Upload, Resize & Watermarking Codeigniter



kali ini ane mo share ,gimana cara upload gambar , merubah ukuran dan menandakan gambar, pertama yang harus dilakukan adalah
1. download dulu Codeigniter trebaru, (ane pake versi 2.0.3)
kite g usah buat lagi yang namanye library buat upload karena di Codeigniter sudah di sediakan di system->libraries.
ada 2 file yang di butuhkan 1.image_lib.php dan upload.php. nah kite copy file Image_lib.php ke application->libraries dan kite rename menjadi MY_Image_lib.php dan kite edit pada bari ke 27 :
baca lebih lanjut dah..
class CI_Image_lib
jadi ,
class MY_Image_lib extends CI_Image_lib
setelah itu kite bua file di application->controller dengan file upload.php dengan code dibawah ini
buat file di controller dengan nama upload.php dengan code :



<?php
class Upload extends CI_Controller {
function __construct()    {
 parent::__construct();
 $this->load->helper(array('form', 'url'));
 }
function index()    {
 $this->load->view('upload_form', array('error' => ' ' ));
 }
function cobaupload(){
// buat folder userfile sejajar dengan folder application dan system
 $config['upload_path'] = './userfile/';    //pastikan permissionnya udah diset ke 777
 $config['allowed_types'] = 'gif|jpg|png|jpeg';    //tipe file yang diperbolehkan
 $config['max_width'] = 1028;    //ukuran maksimal yang diperbolehkan
 $config['max_height'] = 780;    //ukuran maksimal yang diperbolehkan
 $this->load->library('upload', $config);
 if($this->upload->do_upload('myfile')){//jika file berhasil diupload
 $tp=$this->upload->data();
 $res = $tp['full_path'];
 $ori = $tp['file_name'];
 $rw = $tp['raw_name'];
 $fr = $tp['file_ext'];
 $kcl = $tp['raw_name'].'_thumb'.$tp['file_ext'];
 $tnd = $tp['raw_name'].'_water'.$tp['file_ext'];
 $mr = $tp['file_path'].$ori;
 $tn = $tp['file_path'].$tnd;
$ubah = $this->ubah_ukuran_gambar($res);
 $mark = $this->watermarking($mr);
 chmod($res,0777);
 chmod($tn,0777);
 $data = array('upload_data' => $this->upload->data(),'ori'=>$ori,'tnd'=>$tnd,'kcl'=>$kcl);
 $this->load->view('upload_success', $data);
 }
 else {//jika gagal
 $error = array('error' => $this->upload->display_errors());
 $this->load->view('upload_form', $error);
 }
}
// function buat bikin tanda di gambar
 function watermark($gb) {
 $config['source_image'] = $gb;
 $config['wm_text'] = 'D U T A L A'; // tanda yang akan tercetak di gambar
 $config['wm_type'] = 'text';
 $config['wm_font_path'] = './system/fonts/BOWSHADW.TTF'; //pastikan fontnya ada
 $config['wm_font_size'] = 60;
 $config['wm_font_color'] = '00000';
 $config['wm_vrt_alignment'] = 'middle';
 $config['wm_hor_alignment'] = 'center';
 $config['wm_padding'] = 5;
 $config['thumb_marker'] = '_water';
 $config['wm_opacity'] = 5;
 $config['wm_shadow_color'] = 333333;
$this->image_lib->initialize($config);
$this->image_lib->watermark();
 }
function watermarking($gb) {
 $config['source_image'] = $gb;
 $config['wm_type'] = 'overlay';
 $config['wm_overlay_path'] = './userfile/lara.png';
 //ganti gambar sesuai yg bro pnya ini untuk watermarking
 $config['wm_font_color'] = '00000';
 $config['wm_vrt_alignment'] = 'middle';
 $config['wm_hor_alignment'] = 'center';
 $config['wm_padding'] = 5;
 $config['wm_x_transp'] = 0;
 $config['wm_y_transp'] = 5;
 $config['thumb_marker'] = '_water';
 $config['wm_opacity'] = 75;
$this->image_lib->initialize($config);
$this->image_lib->watermark();
 }
// function merubah ukuran gambar
 function ubah_ukuran_gambar($tp) {
 $config ['image_library'] = 'gd2';
 $config ['source_image'] = $tp;
 $config ['create_thumb'] = TRUE;
 $config ['maintain_ratio'] = TRUE;
// ukuran akan di ubah tidak kedua-duanya bisa jadi width atau height saja
 $config ['width'] = 300;
 $config ['height'] = 250;
 $this->load->library('image_lib',$config);
 $this->image_lib->resize();
 }
 }
setelah itu kita buat file upload_form.php di application->view dengan code dibawah ini :
<html>
 <head>
 <title>Upload Form</title>
 </head>
 <body>
 <?php echo $error;?>
 <?php
 //jangan lupa menyertakan $this->load->helper('form'); di controller yang memanggil view ini
 echo form_open_multipart('upload/cobaupload', '');?>
 <div style="padding-left:35px;">
 <h2>upload, resize &amp; watermarking</h2>
 <?php
 echo form_upload('myfile').
 form_submit('submit', 'Submit').'</p>';
 ?>
 </form>
 </div>
 </body>
 </html>
dan buat satu lagi dengan nama upload_success.php dengan code :
<html>
 <head>
 <title>Upload Form</title>
 </head>
 <body>
 <div style="padding-left:5px;">
 <h3>Your file was successfully uploaded!</h3>
 <ul>
 <?php foreach ($upload_data as $item => $value):?>
 <li><?php echo $item;?>: <?php echo $value;?></li>
 <?php endforeach; ?>
 </ul>
 <p><?php echo anchor('upload', 'Upload Another File!'); ?></p>
 </div>
 <h1>File Asli</h1>
 <img src="<?=base_url();?>userfile/<?=$ori;?>"><br/><?php echo $ori;?></img></div>
 <h1>File yang sudah di watermarking</h1>
 <img src="<?=base_url();?>userfile/<?=$tnd;?>"><br/><?php echo $tnd;?></img>
 <div style="margin:-730px 0 0 1100px;">
 <h1>File yang sudah di resize</h1>
 <img src="<?=base_urll();?>userfile/<?=$kcl;?>"><br/><?php echo $kcl;?></img>
 </div>
 </body>
 </html>
 
 
Sumber

readmore...

Selasa, 15 Januari 2013

Langkah Ke-3 Amankan Web CI


Tulisan kali ini akan membahas penonaktifan seluruh error reporting yang ada di CodeIgniter. Kalau pada bagian 1 dan bagian 2 kita telah membahas penonaktifan error reporting secara parsial maka kalau anda yang menginginkan penonaktifan seluruh error reporting maka itu bisa dilakukan. Caranya hampir sama dengan tips terdahulu, hanya saja file yang diedit tentu saja bereda (ada beberapa yang sama).
OKE, tanpa banyak kata lagi mari kita hilangkan semua error reporting yang ada di CodeIgniter.

  1. Pertama adalah lakukan Tips Bagian 1.
  2. Kedua adalah lakukan Tips Bagian 2.
  3. Kemudian akan kita lanjutkan dengan melihat file-file berikut (di path /root_codeigniter/system/application/errors):
    404.php | error_general.php | error_php.php
  4. Pada file 404.php sebenarnya gak di-disable juga gak papa sih. Karena file ini hanya menampilkan pesan error bahwa halaman yang di-request tidak ditemukan di server. Tapi kalau anda ingin men-disable-nya maka coba buka file 404.php dan ganti baris
        <h1><?php echo $heading; ?></h1>
       <?php echo $message; ?> 


Kemudian ganti menjadi seperti ini:

       <h1><?php // echo $heading; ?></h1>
       <?php // echo $message; ?> 

  1. Dua file lainnya yakni error_php.php dan error_general.php juga sama cara penonaktifannya dengan file 404.php.
  2. File error_php.php sebenarnya merupakan semacam view-nya function error_reporting() di file index.php berguna untuk menampilkan pesan error. Contohnya bisa anda lihat di sini
  3. File error_general.php menampilkan pesan error yang berhubungan dengan aplikasi yang kita buat dengan CodeIgniter (misalnya error ketika memanggil model, view atau fungsi di controller). Contoh pesan error yang dihasilkan adalah sbb:
        An Error Was Encountered
        Unable to locate the model you have specified: gudlux_model


Ya, mungkin itu dulu sementara untuk posting seri error reporting dalam rangka sedikit mengamankan aplikasi yang kita buat dengan CodeIgniter. Kalau ada yang lain mungkin akan saya bagikan dalam kesempatan yang akan datang. Terima kasih dan happy coding :)  


Sumber
readmore...

Langkah Kedua Amankan Web CI

Setelah pada bagian pertama kita telah sedikit membahas tentang penonaktifan error reporting di framework MVC CodeIgniter, maka kali ini kita akan membahas error reporting yang lain. Mengapa demikian? Karena ketika anda sudah melakukan tips pertama, ternyata ketika aplikasi berjalan dan ada error, maka error reporting yang lain masih menampilkan pesan error yang bisa jadi membahayakan aplikasi yang telah anda buat.
Error reporting yang saya maksud adalah ketika terjadi error ketika mengakses database misalnya tabel yang anda acu ternyata tidak ada (memang tidak ada atau anda salah mengetikkan namanya), jumlah kolom yang tidak sesuai, kesalahan insert database dst maka CodeIgniter akan menampilkan error yang tentu saja ikut menampilkan nama database dan beberapa informasi lainnya. Hal ini akan menguntungkan ketika yang menemui error adalah anda sebagai administrator tapi akan membahayakan manakala yang melihat error semacam ini adalah pengunjung atau orang lain yang kita tidak ketahui apa yang akan dilakukannya dengan informasi yang ia dapatkan.
Salah satu error reporting yang berkenaan dengan database bisa anda lihat di bawah ini (error ini terjadi ketika table yang diacu tidak ada di database):

A Database Error Occurred
Error Number: 1146
Table 'z1234567_dbase.my_comments' doesn't exist
SELECT COUNT(*) AS `numrows` FROM (`my_comments`) WHERE `status` = 0  


Untuk menghindari hal semacam ini terjadi maka anda bisa menonaktifkan error reporting yang berkenaan dengan database. Ikuti langkah singkat berikut:
  1. Temukan file bernama error_db.php yang ada di /root_codeigniter/system/application/errors
  2. Buka file error_db.php dan lihat (kalau di tempat saya) baris 30 dan 31 ada code seperti ini:
                 <h1><?php echo $heading; ?></h1>
                 <?php echo $message; ?> 


Kemudian ganti menjadi seperti ini:

                 <h1><?php // echo $heading; ?></h1>
                 <?php // echo $message; ?>
 


Atau silahkan dihapus aja semuanya kalau mau, tapi saya lebih suka begini supaya nanti kalau terjadi error tinggal menghapus comment dan kita bisa melihat error di bagian mana sehingga lebih mudah dicari solusinya. 

Sumber
readmore...

Langkah Pertama Amankan Web Code Igniter


Anda pasti sudah sangat sering mendengar berita tentang website yang dibobol oleh hacker (baca: cracker) yang mengakibatkan kerusakan ringan (misalnya di-deface) maupun sampai web sama sekali tidak bisa dibuka. Itu terjadi karena berbagai sebab, mungkin karena cracker-nya emang sangat lihai atau emang karena user/administrator web itu sendiri yang lalai dalam mengamankan apa yang dimilikinya.
Kali ini saya ingin membahas sedikit cara mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan akibat keusilan para dedemit dunia maya. Kalau menghilangkan 100% mungkin agak sulit, ya paling tidak supaya tidak terlalu sering diacak-acak. Kali ini saya ingin bahas khusus untuk PHP framework CodeIgniter. Akan tetapi, beberapa di antaranya bisa juga diterapkan di web/blog yang menggunakan PHP tanpa Framework CodeIgniter.
Error reporting di satu sisi sangat berguna bagi programmer saat melakukan coding dan melihat di bagian mana saja terjadinya error. Akan tetapi, ketika web sudah di-upload ke server dan semua orang bisa mengaksesnya, error reporting malah akan menyebabkan orang lain bisa melihat komponen-komponen penyusun web yang anda buat. Misalkan saja contoh error reporting di bawah ini:

A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined variable: keys
Filename: blogs/header_full.php
Line Number: 8




Dengan melihat error reporting di atas saat men-develop suatu aplikasi maka programmer bisa segera melihat ada apa yang error di controllers yang me-load view blogs/header_full.php. dari pernyataan ini saja kita menjadi mengetahui bahwa salah satu view yang digunakan dalam web application ini berada di folder views/blogs/header_full.php dan kalau programmer mengetahui hal ini bukankah begitu juga dengan cracker yang mungkin saja mampir ke situs anda?.
Lalu bagaimana dong cara mengatasi hal ini? Untuk menghindari kasus semacam ini maka anda perlu men-disable error reporting saat situs anda sudah mulai beroperasi. Untuk melakukannya silahkan buka index.php di root CodeIgniter anda dan pada baris-12 (kalau belum ada perubahan) , ganti error_reporting(E_ALL); menjadi error_reporting(0); (angka nol). Kalau web application anda tiba-tiba tidak mau jalan silahkan ubah kembali ke setting default CodeIgniter untuk melihat error yang terjadi. Namun setelah itu jangan lupa untuk diubah ke nol lagi kalau error telah diatasi.
Oke, mungkin itu dulu untuk saat ini dan insya Allah akan kita lanjutkan dengan cara-cara pengamanan yang lain tentunya masih dengan Framework CodeIgniter. Happy Coding!



 
readmore...

Senin, 07 Januari 2013

Tutorial Membuat Instaler Macosx



Langsung Aja tutorial membuat usb flash disk drive installer Mountain Lion ( Hackcintosh )





readmore...